3 PABRIK RAKSASA DI BONTANG


PT.BADAK NGL

PT Badak Natural Gas Liquefaction lebih dikenal dengan PT Badak NGL adalah perusahaan penghasil LNG (Liquid Natural Gas) terbesar di Indonesia dan di dunia. Berlokasi di Bontang, Kalimantan Timur, perusahaan ini memiliki 8 process train (A – H) yang mampu menghasilkan 22,5 Mtpa LNG (juta metrik ton LNG per tahun). PT Badak NGL merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar bagi Kota Bontang maupun Indonesia. Memiliki karyawan sebanyak 1.800 orang dan pekerja dari kontraktor sebanyak 2.600 orang (2007).
Proyek LNG Badak dimulai ketika Huffco (sekarang VICO Indonesia), sebuah perusahaan kontraktor migas dengan PSC pada Pertamina, berhasil menemukan cadangan gas alam raksasa di lapangan Muara Badak, Kalimantan Timur pada Februari 1972, setelah sebelumnya ditemukannya juga cadangan gas alam raksasa serupa di lapangan Arun, Aceh oleh Exxon Mobil.

26 November 1974, didirikan perusahaan PT Badak NGL dengan pemegang sahamnya adalah Pertamina, VICO dan JILCO. Perusahaan ini dipercayakan untuk mengoperasikan pabrik LNG Badak. Nama perusahaan ini diambil dari nama daerah tempat ditemukannya cadangan gas alam raksasa tersebut.
Konstruksi kilang dimulai pada tanggal 26 November 1974 dan selesai 36 bulan kemudian tanggal 5 Juli 1977 dengan berhasil dibangunnya train LNG pertama (train A). Kilang pertama ini diresmikan pada tanggal 1 Agustus 1977 dan pengapalan LNG pertama dilakukan pada 9 Agustus 1977 ke Senboku, Jepang melalui kapal LNG Aquarius.
PT Badak juga mempunyai 4 jalur pipa paralel berukuran 36″ dan 42″ yang berfungsi mengirimkan gas alam dari ladang-ladang gas untuk bahan baku LNG dan LPG dari sebelumnya yang hanya punya satu jalur pipa berukuran 36″ pada masa awal perusahaan berdiri. Selain itu, di jalur yang sama ada satu pipa berukuran 42″ dimiliki oleh Pupuk Kalimantan Timur.
Selama 25 tahun, pabrik LNG Badak yang pada mulanya hanya memiliki 2 train, tapi sekarang sudah mempunyai 8 train dan ditambah dengan fasilitas penghasil LPG, seiring dengan ditemukannya cadangan gas alam yang tak kalah besar di sekitar Muara Badak. Jika beroperasi pada kapasitas penuh, kilang LNG Badak dapat memproduksi rata-rata 140.000 ton m3 gas alam per harinya. Total produksi gas alam setahunnya berhasil ditingkatkan dari 3,3 juta ton LNG per tahun di tahun 1977 menjadi 22 juta ton LNG dan 1,2 juta ton LPG per tahun. Produksi gas alam di Badak NGL merupakan yang terbesar di seluruh dunia.

PT.PUPUK KALTIM

Maju dengan Berwawasan Lingkungan
Pupuk Kaltim bermula dari proyek pupuk lepas pantai di atas dua kapal milik Pertamina yang kemudian sesuai Keppres No. 43/1975 proyek tersebut dialihkan ke darat. Kemudian melalui Keppres No. 39/1976, Pertamina menyerahkan pengelolaannya kepada Departemen Perindustrian.
Pada tanggal 7 Desember 1977, Pupuk Kaltim resmi berdiri. Proses pembangunan pabrik dilaksanakan pada tahun 1979. Untuk mendukung proses produksi, pabrik juga telah dilengkapi berbagai fasilitas. Bahan baku utama pabrik yang berlokasi di Bontang ini adalah gas alam yang disalurkan melalui pipa sepanjang 60 kilometer yang terentang antara Bontang dan Muara Badak.
Selain memproduksi 2,98 juta ton Urea dan 1,85 juta ton Amoniak per tahun, Pupuk Kaltim juga menghasilkan produk lain, seperti pupuk NPK Pelangi dan Zeorganik. Pupuk Kaltim juga terus berupaya mengembangkan segmen pasar perusahaan yang meliputi sektor industri, perkebunan, pemenuhan kebutuhan pupuk untuk sektor tanaman pangan domestik dan ekspor.
Sebagai sebuah perusahaan industri strategis yang menjadi tumpuan Program Ketahanan Pangan Nasional, Pupuk Kaltim selalu berusaha mengembangkan setiap peluang agar mampu menjaga keberlangsungan perusahaan. Didukung empat unit pabrik Amoniak dan lima unit pabrik Urea yang terletak di area seluas kurang lebih 493 hektar, Pupuk Kaltim bertekad untuk mewujudkan sebuah kawasan industri yang maju dan berwawasan lingkungan.

PT. Indominco mandiri

adalah sebuah perusahaan pertambangan batubara yang berada di Kota Bontang, Kalimantan Timur. Berdiri dan mulai beroperasi pada tahun 1997, disusul selesainya konveyor pelabuhan batubara Indominco pada tahun 1999. Perusahaan ini kini dimiliki secara penuh oleh BANPU, sebuah konsursium usaha asal Thailand. Indominco merupakan salah satu pertambangan batu bara di Indonesia yang menggunakan sistem open-pit
Indominco Mandiri memiliki cadangan batubara sebanyak 757,38 juta ton. Namun sekarang cadangannya tinggal sebesar 148,8 juta ton. Jenis batubaranya adalah Bituminus, memiliki kandungan sulfurnya sebanyak 0,8%-1,6%.
Produksi batu bara Indominco Mandiri terus meningkat dari tahun ke tahun. Kini Indominco mampu memproduksi batubara kurang lebih 13 juta ton per tahun dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 10,67 juta ton per tahun (2008)-tahun di mana Indominco mengalami penurunan, 11,55 juta ton per tahun (2007) dan 10,37 juta ton per tahun (2006).
Pasar terkuat dan terbesar perusahaan Indominco Mandiri adalah perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan jasa kelistrikan yang terutama berada di negara Jepang, Korea, dan Thailand
Indominco Mandiri adalah perusahaan pertambangan di Indonesia yang wilayah aktivitas usahanya berada di dua wilayah kabupaten/kota. Areal tempat penambangannya berada di Kabupaten Kutai Timur, tapi tempat fasilitas pengolahan maupun produksi batubara berikut tempat pelabuhannya berada di kota Bontang.

Artikel di Ambil dari : http://bontangkutai.blogspot.com/2010/01/3-raksasa-di-bontang.html

About D14NF486dhifana

Angin,,menhempaskan nafasnya menggodaku untuk pergi dari tempatku Ku ingin mengikutinya,, kemanapun dia pergi,,ku ingin bersama angin terus Lihat semua pos milik D14NF486dhifana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: